Jumat, 05 November 2010

Pesawat Kuba Jenis ATR-72 Jatuh, 68 Orang Tewas




HAVANA, - Sebuah pesawat terbang Kuba yang terbang dari kota Santiago de Cuba di wilayah timur menuju Havana, ibukota negara itu, jatuh di pegunungan setelah menyatakan keadaan darurat, Kamis malam. Kecelakaan itu menewaskan semua (68) orang di dalam pesawat termasuk 28 warga asing.

Pesawat milik AeroCaribbean dengan nomor penerbangan 883 itu jatuh dekat Desa Guasimal di Provinsi Spiritus Santi dengan membawa 61 penumpang dan tujuh awak. Otoritas Penerbangan Sipil Kuba, Jumat (5/11) pagi, mengeluarkan pernyataan yang menyatakan tidak ada yang selamat dalam kecalakan tersebut. Pernyataan itu juga berisi daftar penumpang yang mencakup sembilan orang Argentina, tujuh Meksiko, tiga Belanda, dua Jerman, dua Austria, dan masing-masing seorang Perancis, Italia, Spanyol, Venezuela serta Jepang.

Sebuah foto yang di-posting di situs surat kabar lokal, menunjukkan potong besar pesawat yang terbakar dan pekerja penyelamat berseragam militer yang berdiri di sekitarnya. Dikatakan, ketua Partai Komunis lokal serta pejabat Kementerian Dalam Negeri dan pejabat lainnya berada di tempat kejadian untuk membantu upaya evakuasi.

Media pemerintah mengatakan, pesawat naas itu jenis ATR-72 bermesin ganda dan bahwa lokasi kecelakaan tidak jauh dari reservoir Zaza, yang terbesar di Kuba. Dikatakan pemerintah telah memobilisasi para dokter dan pekerja darurat di daerah pedesaan itu, yang berjarak sekitar 350 kilometer di timur Havana.

Di terminal nasional Havana, keluarga para penumpang yang ada di pesawat itu dipisahkan dari penumpang lain dan wartawan. 'Ini sangat menyedihkan,' kata Caridad de las Mercedes Gonzalez, yang menjaga sebuah meja informasi bandara, sebelum pejabat mengumumkan bahwa semua penumpang tewas. 'Kami sangat khawatir. Hal ini telah membuat kami terkejut.'

Media pemerintah tidak memberikan rincian tentang apa yang terjadi pada pesawat itu. Media hanya mengatakan bahwa penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki.

Penerbangan tersebut sebenarnya menjadi yang terakhir meninggalkan Santiago de Cuba menuju Havana menjelang Badai Tropis Tomas, yang akan melewati wilayah di antara ujung timur Kuba dan pantai barat Haiti, Jumat. Media Kuba sebelumnya melaporkan, penerbangan dan pelayanan kereta api ke Santiago ditunda sampai badai itu berlalu.

Tidak ada komentar:

Berita Terhangat | Promosikan Halaman Anda Juga
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...